Hotel di Sekitar Bromo Diimbau Tutup
Kepulan Gunung Bromo terus berputar, kali ini kepulan asap mengarah ke tenggara menuju kawasan Probolinggo dan Lumajang
PROBOLINGGO - Pengelola hotel di sekitar Bromo diimbau tutup sementara terkait erupsi Bromo. Hujan abu vulkanik lima hari terakhir membuat akses jalan ke Bromo berdebu bila tidak ada hujan, dan licin saat hujan. Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan dan membuat tak nyaman pengunjung.
Selain itu karyawan hotel juga masih disibukkan dengan membersihkan debu di atap atau ruangan. Jika tidak disingkirkan sedikit demi sedikit dikhawatirkan malah semakin tebal dan semakin berat dan padat terkena hujan.
Yoschi Hotel, Hotel Bromo Permai, Kafelava, Cemoro Indah, Java Banana, dan Lava View sudah tidak menerima tamu sejak Rabu (22/12/2010) lalu. Karyawan bekerja bakti membersihkan abu. Sementara itu, pesta pernikahan seorang pengunjung yang semestinya dilaksanakan di Bromo Permai pada Kamis (23/12/2010) harus dipindahkan ke Sukapura Permai.
"Kasihan juga, pesta yang seharusnya meriah sambil tamu-tamu bisa menikmati indahnya Bromo pun tidak terwujud. Yang terjadi justru hujan abu," kata pegawai Hotel Sukapura Permai, Nakim.
Menurut dia, sejak awal November lalu persisnya tanggal 4, tingkat hunian hotel sepi. Padahal tahun sebelumnya sudah banyak reservasi jauh-jauh hari sebelumnya.
"Kali ini mesti ramai-ramainya, malah sepi. Bahkan, tamu yang sebelumnya juga pesan 30 kendaraan Hard Top dibatalkan," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo, menuturkan, sepinya pengunjung Bromo dan tutupnya hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah.
"Beruntung peristiwa ini di penghujung tahun, jadi dampak terhadap PAD tidak seberapa. Namun, tentu saja kondisi saat ini berpengaruh pada penghasilan hotel, dan penyedia jasa wisata," katanya.
Tutug menjelaskan, hotel di sekitar Bromo diminta tutup sementara. Selain abu vulkanik masih pekat, jaringan listrik juga belum nornal.
"Jalanan juga licin dan berdebu," ujarnya.
Sejak Kamis hingga Jumat (24/12/2010) ini, warga dan Dinas Pekerjaan Umum juga berupaya mengeruk debu dari jalan. Tumpukan timbunan debu di jalan dengan ketebalan hingga 15 sentimeter, dikumpulkan dan ditepikan.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Jumat, 19 Nopember 2010 - 01:11:47 Sebanyak 700 warga yang mengungsi karena bencana Gunung Merapi kembali kerumahnya dengan diantar olah ...
-
26/10/2010 00:08 Sleman : Warga sekitar lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, mulai diungsikan, Senin (25/10)...
-
Kamis, 18 November 2010 | 21:58 WIB Awan panas Gunung Merapi terlihat dari Desa Pakis. Tempo/Andry Prasetyo TE...
-
Minggu, 21/11/2010 22:02 WIB Gunung Merapi kembali mengeluarkan abu vulkanik. Terbawa angin, abu vulkanik Merapi pun malam ini mengguyur d...
-
29/11/2010 09:03 WIB Malang - Abu vulkanik Gunung Bromo mulai dirasakan oleh sebagian warga di sebagian wilayah Malang Raya. Selain ter...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar