KLATEN (SINDO) – Masyarakat yang tinggal lereng Gunung Merapi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah, menyiapkan skenario penyelematan warga, jika aktivitas gunung tersebut terus meningkat.
Skenario ini merupakan langkah-langkah standar yang harus dipatuhi semua pihak terkait meningkatnya aktivitas gunung berapi paling aktif di Indonesia ini. Langkah pertama, saat status keaktifan gunung berubah menjadi waspada, pemkab diminta melakukan pembaharuan pendataan tentang kondisi masyarakat dan lingkungan di Kawasan Rawan Bencana (KRB). Fokus pendataan ini adalah para penduduk rentan, yaitu anakanak, wanita hamil, sakit, usia senja dan warga dengan kebutuhan khusus (difabel). “Langkah pendataan ini seharusnya sudah mulai dilakukan oleh pemerintah.
Data kependudukan untuk pengungsi yang terakhir disusun pada tahun 2006 lalu, itu sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang,” ujar Koordinator Tim Siaga Merapi Sukiman saat mengikuti rapat koordinasi persiapan penanggulangan bencana alam Merapi di pendapa Pemkab Klaten, kemarin. Sekretaris Satuan Tugas Koordinasi dan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Klaten, Sri Winoto mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini pihaknya hanya mempunyai satu unit mobil untuk melakukan evakuasi. (mn latief)
-
Jumat, 19 Nopember 2010 - 01:11:47 Sebanyak 700 warga yang mengungsi karena bencana Gunung Merapi kembali kerumahnya dengan diantar olah ...
-
26/10/2010 00:08 Sleman : Warga sekitar lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, mulai diungsikan, Senin (25/10)...
-
Kamis, 18 November 2010 | 21:58 WIB Awan panas Gunung Merapi terlihat dari Desa Pakis. Tempo/Andry Prasetyo TE...
-
Minggu, 21/11/2010 22:02 WIB Gunung Merapi kembali mengeluarkan abu vulkanik. Terbawa angin, abu vulkanik Merapi pun malam ini mengguyur d...
-
29/11/2010 09:03 WIB Malang - Abu vulkanik Gunung Bromo mulai dirasakan oleh sebagian warga di sebagian wilayah Malang Raya. Selain ter...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar