Sabo Dam Efektif Tahan Material Vulkanik Merapi
Senin, 15/11/2010 21:14 WIB
Sejauh ini Kota Yogyakarta masih terhindar dari banjir lahar dingin pasca erupsi Gunung Merapi. Hal ini tak lepas dari peran sabo dam buatan pemerintah, yang telah menahan sebagian besar material vulkanik yang dimuntahkan Merapi.
Sejak tahun 1970, pemerintah telah membangun sabo dam di aliran sungai tempat material vulkanik Merapi mengalir. Pembuatan sabo dam ini bertujuan untuk mengendalikan lahar.
"Sejak 1970 kami sudah berpengalaman menangani Merapi. Dan sejak tahun itu sudah dibangun sabo dam-sabo dam untuk mengendalikan aliran lahar," terang Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Hargono.
Hal itu ia ungkapkan dalam konferensi pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Jalan Kenari 14A, Yogyakarta, Senin (15/11/2010).
Sejauh ini, sabo dam tersebut cukup efektif untuk mengendalikan material vulkanik yang dimuntahkan Merapi sekaligus menghindarkan Kota Yogyakarta dari bencana besar.
"Dari tahun 1980-an sudah bisa mengindari (bencana). Sekarang kan yang mengalir ke Kali Code sudah halus. Yang masih agak kasar, dengan diameter 40 cm ke atas, maksimal tertahan di wilayah atas ringroad," jelas Bambang.
Terkait erupsi Merapi tahun ini, Kementerian PU menilai jumlah material vulkanik yang dimuntahkan Merapi memang di luar dugaan. Meski demikian, sejauh ini sabo dam yang ada masih mampu menahan material tersebut.
"Berdasarkan review master plan tahun 2001, kami berencana membangun 279 sabo dam. Dan sampai saat ini telah terbangun 244 buah. Dan itu untuk volume lahar 8 juta meter kubik. Tapi kenyataannya, material sekarang luar biasa banyaknya. Ada 140 juta meter kubik. Namun dengan adanya sabo dam, batu-batu besar sudah tertahan di atas. Yang sampai ke bawah sudah tinggal air dan pasir," ujarnya.
"Selain itu, sabo dam juga berfungsi untuk menahan laju aliran lahar. Dengan adanya sabo dam, kemiringan sungai menjadi tak terlalu curam, sehingga aliran lahar dari atas juga tak terlalu cepat. Saya harap hal ini bisa menenteramkan masyarakat di sekitar sungai," tambahnya.
Meski sabo dam sudah bekerja dengan cukup baik, Bambang tetap menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat.
"Selain sabo dam, diperlukan juga kesiagaan masyarakat untuk mengantisipasi bencana. Kami sangat terbantu dengan adanya berbagai komunitas, seperti Komunitas Code, yang selalu mengabarkan kondisi terkini sungai," tegas Bambang.
Terkait sungai-sungai di lereng Merapi yang kini dipenuhi material vulkanik, Kementerian PU juga telah memiliki rencana khusus.
"Pada sungai-sungai yang rata, nanti akan dibuat guide channel. Jadi, sungai lama digali supaya airnya tetap di sungai, tidak meluap kemana-mana. Nanti bisa memanfaatkan tenaga manusia atau mesin," tutup Bambang.
Mau uang tambaan klik ( Di Sini ) by kumpulblogger.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Kamis, 18/11/2010 23:27 WIB Yogyakarta - Ratusan pengungsi yang berada di gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Kampus Uni...
-
Selasa, 16/11/2010 19:26 WIB Meski beberapa hari ini aktivitasnya stabil, Gunung Merapi masih dikenakan status awas. Penurunan status jad...
-
Ketika Gunung Merapi dinyatakan dalam status awas oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta pada Senin (...
-
Minggu, 21/11/2010 00:31 WIB Yogyakarta - Radius aman dari puncak Gunung Merapi di beberapa kabupaten untuk saat ini sudah diturunkan....
-
27/10/2010 20:30 Magelang : Muntahan debu vulkanik dari letusan Gunung Merapi membuat warga di Magelang, Jawa Tengah, harus menggunakan ma...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar