Pasca-Erupsi Merapi, 492 Orang Alami Gangguan Jiwa
Rabu, 24/11/2010 15:27 WIB
Erupsi Merapi tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan material, tapi juga dampak kejiwaan bagi para korban. Hingga kini, Dinas Kesehatan Provinsi DIY mencatat ada 492 orang mengalami gangguan jiwa. Jumlah itu merupakan 20 persen dari total korban bencana.
“Data terakhir yang kami terima dari hasil survei, tercatat ada 492 orang mengalami gangguan jiwa pascaerupsi Merapi selama ini,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta, Dr Bondan Agus Suryanto, kepada wartawan di Media Center, Jl Kenari, Yogyakarta, Rabu (24/11/2010).
Bondan juga menambahkan, dari jumlah tersebut, terdapat kualifikasi tersendiri berdasarkan wilayah masing-masing.
“Di Yogyakarta sendiri terdapat 386 jiwa yang mengalami gangguan jiwa berat, dan 106 sisanya dari wilayah Magelang, dan meraka untuk saat ini sebagian besar dirawat di RS Jiwa di Sleman, Klaten, dan Magelang,” imbuhnya.
Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah dikarenakan hingga saat ini Dinas Kesehatan masih terus melakukan pendataan di wilayah pengungsi dan rumah sakit jiwa yang berada di sekitar Merapi.
“Jumlah ini baru penderita gangguan jiwa berat, belum lagi yang gangguan jiwa ringan. Diperkirakan totalnya akan ada 500-an penderita gangguan jiwa di DIY dan 300-an di wilayah Magelang,” kata Bondan.
Terkait tindak lanjut dalam mengatasi gangguan kejiwaan yang dialami para korban, Dinas Kesehatan juga akan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak tertentu dalam menangani hal ini.
“Di wilayah Sleman kami akan menerjunkan setidaknya 18 orang psikolog, 23 orang residen spesialis jiwa, dan 5 orang psikiater. Sedangkan untuk di wilayah Jateng, ada 5 orang psikiater dari RS Jiwa di Klaten dan Magelang dan 3 orang psikolog yang akan diterjunkan,” kata Bondan.
Sebagai langkah yang paling utama, Dinas Kesehatan juga telah melakukan pambekalan kepada 122 orang perawat di DIY dan 30 orang perawat di Jateng. Selanjutnya perawat-perawat ini akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (home care) demi melakukan pendataan dan kemudian mendampingi para penderita gangguan jiwa.
“Langkah awal, perawat-perawat ini akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendata dan mendampingi pederita gangguan jiwa, tetapi juga akan di-back-up oleh para psikiater dan psokolog,” ujar Bondan.
Selain itu, atas nama Dinas Kesehatan, Bondan juga mengimbau seluruh pengungsi yang sudah kembali ke rumah masing-masing untuk tetap menjaga kesehatan.
“Bagi para pengungsi yang sudah kembali ke rumahnya, kami imbau harus tetap menjaga kesehatan. Salah satunya tetap menggunakan masker dalam beraktivitas, cuci tangan sebelum makan, dan konsumsi air bersih yang sudah matang,” jelasnya.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
KLATEN--Warga Kabupaten Klaten, Jateng akhirnya mendapatkan kepastian bahwa hewan ternak mereka yang mati akibat erupsi Merapi akan segera ...
-
05/12/2010 12:48 WIB Magelang - Isak tangis haru bercampur bahagia langsung pecah menjelang detik-detik kepulangan pengungsi akibat e...
-
Yogyakarta - Gunung Merapi hingga saat ini menunjukkan aktivitas yang cenderung stabil, bahkan terus mengalami penurunan aktivitas vul...
-
5 Desember 2010 - 21:17 wib MAGELANG - Arus lalu lintas di jalur Magelang-Yogyakarta harus ditutup lima jam setelah banjir lahar dingi...
-
Rabu, 24/11/2010 17:08 WIB Magelang - Banjir lahar dingin kembali melanda enam sungai yang berhulu di Gunung Merapi, Rabu (24/11/2010). Ak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar