KLATEN--Warga Kabupaten Klaten, Jateng akhirnya mendapatkan kepastian bahwa hewan ternak mereka yang mati akibat erupsi Merapi akan segera pendapat penggantian. Kepastian penggantian terungkap dalam sosialisasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Klaten tentang mekanisme pencairan bantuan tersebut di Posko Pengungsian Dodiklatpur Rindam IV/Diponegoro, Kamis.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Sri Mulyaningsih, di Klaten, mengatakan bahwa penggantian ternak mati milik para korban erupsi Merapi tersebut diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Pertanian. "Dalam Kepmen Pertanian telah jelas diatur bahwa penggantian ternak yang mati tersebut harus diganti dengan ternak, tidak bisa berupa uang," katanya di sela-sela sosialisasi.
Menurut dia, kriteria ternak yang diganti ada beberapa klasifikasi, yakni ternak berusia anak, remaja dan dewasa. Untuk yang anakan penggantian sapi seharga Rp 3,5 juta, untuk usia remaja seharga Rp 5,5 juta dan dewasa seharga Rp 8,5 juta. "Dari data yang ada, jumlah ternak (Sapi) yang akan diganti 383 ekor dari 180 orang pemilik dan mereka berasal dari desa-desa yang ada di Kecamatan Kemalang serta satu desa lainnya dari Kecamatan Karangnongko," katanya.
Dia menjelaskan, untuk kepentingan penggantian ternak tersebut, saat ini para pemilik ternak dianjurkan membuka rekening di Bank Jateng. Setelah ada rekening dan diajukan ke Dinas Pertanian, maka uang langsung ditransfer ke masing-masing rekening tersebut.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
PROBOLINGGO - Aktivitas Gunung Bromo yang kembali meningkat merusak ratusan hektar perkebunan mas...
-
Jumat, 26 November 2010 | 21:47 WIB Setelah letusan kecil dari kawah Gunung Bromo, Jumat (26/11/2010), polisi menyebarkan lembaran imbaua...
-
Kamis, 04/11/2010 10:39 WIB Djoko Suud Sukahar Gunung Merapi masih terus memuntahkan isi perutnya. Prahara itu mengobrak-abrik Kota Yogya...
-
29/11/2010 09:03 WIB Malang - Abu vulkanik Gunung Bromo mulai dirasakan oleh sebagian warga di sebagian wilayah Malang Raya. Selain ter...
-
Inilah kesaksian relawan bencana Eko Sulistyo soal beratnya medan Merapi. Selama 10 tahun menjadi relawan, Eko Sulistyo (37), baru di Gu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar