JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur mengimbau masyarakat mewaspadai guyuran hujan abu Gunung Bromo (2.392 mdpl) yang mengarah ke Kabupaten Jember.
"Kami mengimbau warga menggunakan masker apabila keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor. Hujan abu vulkanik cukup tipis, sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang " kata Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Jember, Edi Budi Susilo, Kamis (16/12).
Hembusan abu vulkanik Gunung Bromo mengarah ke Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember, bahkan tercatat sedikitnya 14 kecamatan dari 21 kecamatan di Kabupaten Lumajang terkena abu vulkanik tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam situsnya menyatakan bahwa aktivitas kegempaan maupun visual erupsi Gunung Bromo masih berfluktuatif dengan kecenderungan mengalami penurunan.
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, deformasi, dan potensi bahaya erupsi maka status kegiatan Gunung Bromo diturunkan dari "Awas" (Level IV) menjadi "Siaga" (Level III) sejak 6 Desember 2010 pukul 12.45 WIB.
Menurut Edi, sebagian warga sudah terlihat membeli masker di sejumlah apotek yang tersebar di kawasan kota Jember, sehingga tidak perlu menunggu distribusi masker dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember.
"Meski diguyur hujan abu vulkanik Bromo, aktivitas warga Jember secara keseluruhan tidak terganggu. Warga tidak perlu panik," tuturnya menjelaskan.
Dinkes Jember, lanjut dia, sudah mendistribusikan ribuan masker untuk beberapa kecamatan yang terkena abu vulkanik Bromo, sehingga persoalan tersebut dapat diatasi dengan baik.
Beberapa kecamatan yang diguyur hujan abu vulkanik Bromo yang mengandung belerang antara lain Kecamatan Kencong, Puger, Jombang, Gumukmas, Rambipuji, Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang.
Salah seorang warga di Kecamatan Puger, Eko Imam Wahyudi, mengeluhkan hujan abu vulkanik yang menyebabkan lantai rumah dan kendaraan yang diparkir di depan rumah menjadi berdebu.
"Memang abu vulkanik yang mengarah ke Jember tidak mengganggu aktivitas warga, namun warga justru punya aktivitas baru yakni sering membersihkan lantai rumah, mobil dan tidak menjemur pakaian di ruang terbuka," tuturnya.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Selasa, 16/11/2010 07:50 WIB Bank Indonesia (BI) mencatat kerugian sektor pertanian akibat meletusnya Gunung Merapi mencapai Rp 247 milia...
-
Selasa, 16 November 2010 06:04 WIB Magelang: Ribuan umat Budha menggelar doa bersama di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tenga...
-
14 November 2010 03:16 WIB Magelang: Puluhan warga Desa Babadan Satu dan Babadan 2, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah, dievakuasi ole...
-
Selasa, 16/11/2010 09:01 WIB Yogyakarta - Gunung Merapi mengawali hari pertama Idul Adha dengan aktivitas yang relatif stabil. Namun s...
-
16/11/2010 05:46 WIB. Yogyakarta : Sebagian pengungsi yang berada di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, bersiap mengikuti Salat Id A...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar