KLATEN (SINDO) – Masyarakat yang tinggal lereng Gunung Merapi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah, menyiapkan skenario penyelematan warga, jika aktivitas gunung tersebut terus meningkat.
Skenario ini merupakan langkah-langkah standar yang harus dipatuhi semua pihak terkait meningkatnya aktivitas gunung berapi paling aktif di Indonesia ini. Langkah pertama, saat status keaktifan gunung berubah menjadi waspada, pemkab diminta melakukan pembaharuan pendataan tentang kondisi masyarakat dan lingkungan di Kawasan Rawan Bencana (KRB). Fokus pendataan ini adalah para penduduk rentan, yaitu anakanak, wanita hamil, sakit, usia senja dan warga dengan kebutuhan khusus (difabel). “Langkah pendataan ini seharusnya sudah mulai dilakukan oleh pemerintah.
Data kependudukan untuk pengungsi yang terakhir disusun pada tahun 2006 lalu, itu sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang,” ujar Koordinator Tim Siaga Merapi Sukiman saat mengikuti rapat koordinasi persiapan penanggulangan bencana alam Merapi di pendapa Pemkab Klaten, kemarin. Sekretaris Satuan Tugas Koordinasi dan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Klaten, Sri Winoto mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini pihaknya hanya mempunyai satu unit mobil untuk melakukan evakuasi. (mn latief)
-
04/11/2010 03:01 WI D i magelang dan sekitarnya hujan lumpur.
-
Sleman - Sejumlah posko pengungsi Merapi dihiasi dengan bendera parpol dan ormas. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan Sultan Hamengku...
-
09 November 2010 Anggota Kopassus mengevakuasi sapi dari Dusun Banjarsari, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, kemarin. Ternakternak terse...
-
14 November 2010 - 05:15 wib KLATEN – Pintu masuk zona berbahaya di kawasan Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Klaten,Jawa Tengah, kemarin...
-
16/11/2010 08:46 WIB. Muntilan : Kabar meredanya aktivitas Gunung Merapi berupa awan panas disambut gembira penambang pasir di Dusun Candi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar