Minggu, 21/11/2010 15:21 WIB
Erupsi Merapi telah memporak-porandakan rumah dan kehidupan warga yang tinggal di lereng Merapi. Warga yang rumahnya telah rata dengan tanah atau mengalami kerusakan parah, saat ini mulai gusar, di mana mereka akan melanjutkan sisa hidupnya.
Namun pemerintah berjanji akan membangun rumah sementara bagi warga yang tidak memiliki tempat tinggal lagi, tidak jauh dari lokasi asalnya.
"Warga yang rumahnya hancur akan dibangunkan rumah sementara. Untuk desa saya rencananya akan dibangunkan 830 rumah sementara," terang Kepala Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, Heri Suprapto, kepada detikcom, Minggu (21/11/2010).
Menurut Heri, desa yang dipimpinnya sejak tiga tahun silam merupakan desa yang paling parah terkena terjangan lahar panas dan lahar dingin yang meluap dari Kali Gendol. Seluruh warga desanya pun mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Dari 1.020-an kepala keluarga (KK), yang akan dibuatkan rumah sementara 830 KK, katanya ukurannya 6x8 meter. Desa lain juga akan dibuatkan rumah sementara," terangnya.
Dari informasi yang ia terima, rumah sementara tersebut akan dibuat semi permanen dengan bahan dari kayu dan bambu yang banyak di sekitar desanya. Untuk Desa Kepuharjo, rumah sementara tersebut dibuat di sebelah selatan padang Merapi Golf yang merupakan tanah lapang dan hutan desa.
"Pengerjaan rumah sementara itu akan melibatkan warga, dan nantinya warga akan dibayar per hari. Jadi ada penghasilan juga untuk warga, karena kalau nggak gitu dari mana warga saya makan, kebunnya mati semua," terangnya.
Tidak hanya Desa Kepuharjo, desa lain seperti, Wukirsari, Glagaharjo, Umbulharjo, Hargobinangun dan desa lainnya juga akan dibuatkan rumah sementara.
"Sekarang kan masih dirapatkan sama aparat provinsi, kabupaten dan pemerintah pusat. Tapi untuk desa saya, kita sudah siap karena warga banyak yang sudah tidak punya rumah lagi," terangnya.
Nantinya warga yang dibuatkan rumah sementara akan menempati rumah tersebut sampai ada kepastian apakah mereka akan direlokasi atau tidak dari tempat tinggalnya selama ini.
"Kan kata Pak Bupati sama Kanjeng Sultan, soal relokasi perlu diteliti dulu, jadi sebelum hasil penelitian keluar, warga ya tinggal di situ dulu," imbuh suami Tri Sayuti ini.
Dalam peristiwa erupsi Merapi tahun ini, belasan warga Kepuharjo tewas. Mereka yang tewas sebagian besar yang tinggal dekat aliran Kali Gendol.
"Yang meninggal belasan, ada yang meninggal karena jadi korban Merapi langsung, ada juga yang meninggal di pengungsian. Hari ini ada satu warga yang meninggal di pengungsian," jelas Heri.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
04/11/2010 03:01 WI D i magelang dan sekitarnya hujan lumpur.
-
Sleman - Sejumlah posko pengungsi Merapi dihiasi dengan bendera parpol dan ormas. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan Sultan Hamengku...
-
09 November 2010 Anggota Kopassus mengevakuasi sapi dari Dusun Banjarsari, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, kemarin. Ternakternak terse...
-
14 November 2010 - 05:15 wib KLATEN – Pintu masuk zona berbahaya di kawasan Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Klaten,Jawa Tengah, kemarin...
-
16/11/2010 08:46 WIB. Muntilan : Kabar meredanya aktivitas Gunung Merapi berupa awan panas disambut gembira penambang pasir di Dusun Candi...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar