Senin, 15/11/2010 08:24 WIB
Yogyakarta - Gunung Merapi mengawali hari ini dengan aktifitas yang relatif stabil. Namun secara visual, terutama dari arah selatan, gunung ini tidak dapat dipantau secara langsung karena tertutup kabut.
Berdasarkan data seismograf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) dari pukul 00.00-06.00 WIB, tidak terjadi awan panas. Gempa vulkanik terjadi empat kali.
Selain itu tremor beruntun terus terjadi. Untuk sejauh ini belum tercatat adanya gempa tektonik.
Pantauan detikcom, Senin (15/11/2010), Secara visual Merapi samar terlihat pagi ini. Berdasarkan pantauan detikcom di Berbah, Sleman, badan gunung tidak dapat terlihat karena awan mendung. Sedangkan di puncak gunung terlihat secara samar awan membumbung ke arah barat.
Kabut yang menyelimuti Merapi pagi ini juga menyulitkan petugas pengamatan di sejumlah pos. Mereka tidak mendapatkan pemandangan yang sempurna pada gunung paling aktif di Indonesia ini.
"Merapi terpantau agak samar karena tertutup kabut," ujar Naryo, petugas pengamatan dari pos Medari Sleman, via handytalky di frekuensi 149.070.
Ada pun sampai berita ini diturunkan belum ada laporan adanya hujan di lereng Merapi. Hujan tersebut tentunya diwaspadai karena berpotensi menambah debit air untuk sungai-sungai yang berhulu di gunung ini.
"Belum ada laporan adanya hujan. Mari kita pantau bersama," terang petugas piket BPPTK Nartono dalam perbincangan dengan detikcom.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Yogyakarta - Gunung Merapi hingga saat ini menunjukkan aktivitas yang cenderung stabil, bahkan terus mengalami penurunan aktivitas vul...
-
KLATEN--Warga Kabupaten Klaten, Jateng akhirnya mendapatkan kepastian bahwa hewan ternak mereka yang mati akibat erupsi Merapi akan segera ...
-
02 Desember 2010, 22:57 WI MAGELANG--Banjir lahar dingin cukup besar di Sungai Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu, menyebabk...
-
05/12/2010 12:48 WIB Magelang - Isak tangis haru bercampur bahagia langsung pecah menjelang detik-detik kepulangan pengungsi akibat e...
-
5 Desember 2010 - 21:17 wib MAGELANG - Arus lalu lintas di jalur Magelang-Yogyakarta harus ditutup lima jam setelah banjir lahar dingi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar