24 Oktober 2010 | 13:38 wib
Sejak peningkatan aktivitas Gunung Merapi, tercatat, gunung ini telah mengalami gempa multiphase sebanyak 514 kali dan guyuran pasir 81 kali.Pemantauan dari posko pemantauan Gunung Merapi di Kaliurang, Magelang, Jawa Tengah, hingga tadi malam, sudah terjadi 52 kali gempa vulkanik.
“Artinya status masih siaga, dan terjadi peningkatan dibanding hari sebelumnya. Mayoritas sering terjadi gempa vulkanik,” ujar asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Anwar Sadat, Sabtu (23/10).
Anwar menjelaskan, peningkatan aktivitas vulkanik dapat dilihat pula dari pergerakan magma ke permukaan Merapi yang menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, tim pengamat gempa Merapi sedikit terkendala melihat secara visual akibat kabut. “Pengamatan secara visualisasi hampir sulit dilakukan karena tertutup kabut, deformasi di tubuh Gunung Merapi menunjukkan adanya aktivitas magma ke permukaan,” sambungnya.
Seperti diberitakan, sejak Kamis, 21 Oktober, pukul 18.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah meningkatkan status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga. Kepala PVMBG Surono mengatakan, status siaga berada pada level tiga atau setingkat di bawah awas dengan ancaman letusan yang nyata.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
KLATEN (SINDO) – Masyarakat yang tinggal lereng Gunung Merapi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah, menyiapkan skenario pen...
-
Selain banjir lahar dingin , kawasan lereng Gunung Merapi juga diguyur hujan es , Kamis ( 20/1) . Jalan raya Magelang – Yogyakarta ditut...
-
Elang Jawa Mulai Turun dari Merapi Selasa, 28 September 2010 | 15:20 WIB TEMPO Interaktif , Yogyakarta - Burung Elang Jawa dilaporkan...
-
25/10/2010 11:54 Liputan6.com, Kaliurang: Seiring meningkatnya status Gunung Merapi menjadi awas, Senin (25/10), petugas Taman Wisata Kali...
-
SLEMAN Banjir lahar dingin di aliran Sungai Gendol, Sabtu (8/1/2011), menimbun empat truk pengangkut pasir di Dusun Morangan, Desa Sindumar...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar