Jakarta - Sri Sultan Hamengku Buwono X menggadakan pertemuan dengan pamong Kabupaten Sleman yang menjadi korban letusan Merapi. Para kepala desa pun mengeluhkan sarana air bersih yang sulit di dapat pasca erupsi Merapi.
"Warga sudah banyak yang pulang kerumahnya masing-masing, tapi air bersih jadi susah karena sumbernya mati. Kita laporkan itu ke kanjeng sultan," ujar Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/12/2010).
Menurut Heri, pertemuan pada Jumat (17/12 ) malam tersebut sengaja digelar untuk menyerap aspirasi warga yang menjadi korban letusan gunung Merapi beberapa waktu lalu. Pamong ditingkat Kabupaten Sleman hingga kepala desa hadir di pertemuan tersebut.
"Sultan sudah memberi solusi, soal desa yang sulit air nanti akan disediakan tempat penampungan air. Setiap hari Dinas PU Kabupten Sleman akan mengisi penampungan air itu supaya bisa digunakan warga," terangnya.
Dalam pertemuan tersebut para pamong maupun Sri Sultan tidak menyinggung soal RUU Keistimewaan Yogyakarta yang saat ini sedang ramai di bahas di pemerintah pusat dan DPR. Pertemuan tersebut khusus membahas persoalan yang dikeluhkan warga setelah meninggalkan pengungsian di stadion Maguwo harjo, Sleman.
"Tidak ada soal itu (RUU Keistimewaan DIY), cuma menyerap aspirasi dari desa pasca bencana. Kita sedang fokus masalah itu (bencana) dulu," imbuh Heri.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Selain banjir lahar dingin , kawasan lereng Gunung Merapi juga diguyur hujan es , Kamis ( 20/1) . Jalan raya Magelang – Yogyakarta ditut...
-
Boyolali: Debu vulkanik Gunung Merapi yang terus terbawa ke arah barat atau Magelang, membuat warga Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah,...
-
28 November 2010 | 03:07 WIB Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (23/11) sekitar pukul 15.30, dinaikkan statusnya d...
-
Minggu, 21/11/2010 10:49 WIB Yogyakarta - Begini seharusnya pemotor alias biker sejati. Untuk meringankan beban, Bikers Peduli aktif mem...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar