Yogyakarta: Palang Merah Indonesia akan membantu pengadaan dan penyaluran air bersih sebanyak satu juta liter per hari bagi warga korban bencana erupsi Gunung Merapi. "Pengadaan air bersih dan sanitasi sangat diperlukan bagi korban Merapi karena minimnya ketersediaan air bersih akibat rusaknya sumber air," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla di Yogyakarta, Sabtu (11/12).
Menurut Kalla, sejak terjadi bencana Merapi PMI sudah membantu penyaluran air bersih sebanyak 200 ribu liter per hari. "Namun, mulai saat ini akan kami tingkatkan menjadi satu juta liter per hari," ujar mantan wakil presiden itu.
Kalla menambahkan, pelayanan air bersih akan menjangkau empat kabupaten di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terkena bencana erupsi Merapi. Empat kabupaten itu adalah Sleman (DIY), Klaten, Boyolali, dan Magelang, semuanya berada di Jateng.
"Air bersih merupakan kebutuhan utama, sehingga ketersediaannya untuk memenuhi kebutuhan sangat mendesak. Oleh karena itu, pengadaan air bersih lebih cepat lebih baik," kata Kalla.
PMI juga memberikan bantuan sebanyak 10 ribu drum untuk tandon air. Setiap kepala keluarga akan mendapatkan bantuan satu drum berkapasitas 320 liter air.
Satu drum air tersebut diperkirakan bisa digunakan selama tiga hingga empat hari. Sehingga setiap tiga hari sekali akan ada mobil tangki air yang mengisi drum-drum tersebut.
"PMI bekerjasama dengan PT Toyota Indonesia juga memberikan bantuan sebanyak 34 mobil tangki air, sembilan alat produksi air, dan 25 pompa air penguras sumur. PMI juga membantu pembersihan lingkungan dengan memberikan bantuan masing-masing 100 ribu cangkul dan sekop," katanya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, dirinya puas dengan peran yang dilakukan PMI dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi. "Saya puas, bukan karena Jusuf Kalla yang menjadi Ketua Umum PMI, tetapi tanpa saya minta, PMI tahu apa yang kami butuhkan, yakni menyediakan air bersih karena warga tidak bisa menggunakan air akibat banyak sumur atau sumber air yang rusak pascaerupsi Merapi," kata Sultan.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Jumat, 19/11/2010 10:20 WIB Yogyakarta - Setelah 2 minggu, ancaman bahaya Gunung Merapi di kawasan Sleman, DI Yogyakarta, akhirnya tur...
-
24/10/2010 08:07 Liputan6.com, Sleman: Gunung Merapi bukan pertama kali ini saja bergejolak. Pertengahan 2006, gunung paling aktif di d...
-
1 Desember 2010, 08:46 WIB Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan tanggap darurat untuk Kota ...
-
JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur mengimbau masyarakat mewaspadai guyuran hujan abu Gunung Bromo (2.392 mdpl) yang ...
-
14/11/2010 04:57 Boyolali: Berbagai cara dilakukan para relawan agar anak-anak pengungsi korban ketusan Gunung Merapi melupakan suasana du...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar