MALANG- Sejumlah petani di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengaku rugi ratusan juta rupiah akibat kerusakan tanaman imbas abu Gunung Bromo yang menimpa kawasan itu.
Kepala Desa Ngadas, Kartono, Ahad (19/12), mengatakan sejumlah tanaman sayur mayur seperti kentang, kol dan bawang rusak akibat tertimbun abu vulkanik Bromo. "Karena tertimbun abu Bromo, tanaman yang sudah berumur dua bulan itu hancur dan tidak bisa tumbuh. Berdasarkan data sementara, total lahan yang rusak mencapai 10 hektare milik 20 petani," katanya.
Kartono mengatakan, kerusakan tanaman itu tercatat di dua dusun, yakni di Dusun Ngadas dan Dusun Jarak Ijo, dengan kerugian mencapai sekitar Rp100 juta. Selain di Malang, ratusan hektare tanaman sayur mayur di Kabupaten Pasuruan juga hancur setelah diguyur hujan abu material vulkanis Gunung Bromo.
Camat Tosari, Pasuruan, Gatot Suprapto mengatakan, kerusakan tanaman kentang di wilayahnya mencapai 355 hektare dan tersebar di delapan desa. Desa itu meliputi Desa Balidono, Daeng, Wonokitri, Tosari, Ngaduwono, Kandangan Ngaduwono, Kandangan, dan Podokoyo. "Untuk kerugian, diperkirakan mencapai mencapai Rp 4 miliar," katanya.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Selasa, 16/11/2010 07:50 WIB Bank Indonesia (BI) mencatat kerugian sektor pertanian akibat meletusnya Gunung Merapi mencapai Rp 247 milia...
-
Selasa, 16 November 2010 06:04 WIB Magelang: Ribuan umat Budha menggelar doa bersama di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tenga...
-
14 November 2010 03:16 WIB Magelang: Puluhan warga Desa Babadan Satu dan Babadan 2, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah, dievakuasi ole...
-
Selasa, 16/11/2010 09:01 WIB Yogyakarta - Gunung Merapi mengawali hari pertama Idul Adha dengan aktivitas yang relatif stabil. Namun s...
-
16/11/2010 05:46 WIB. Yogyakarta : Sebagian pengungsi yang berada di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, bersiap mengikuti Salat Id A...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar