Sleman: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama rombongan mengunjungi pengungsi Merapi setelah hampir sembilan hari tinggal di barak pengungsian. Ada yang berbeda di pos pengungsian dalam penyambutan SBY. Jalan-jalan yang biasanya becek sudah diperbaiki.
Contohnya di salah satu tempat pengungsian yang akan ditengok SBY di SD Tawangrejo terlihat bagus. Selain perbaikan jalan, pengungsi yang sebelumnya tak memiliki kasur, kali ini karena Presiden akan datang mereka dipinjamkan kasur busa.
"Tidur di kasur baru kemarin, dari 29 balita kemarin sore dipinjamin tiga kasur busa. Besok dikembalikan," kata pengungsi, Agustinus Mujimin dalam tayangan Liputan6 Siang, Rabu (3/11).
Pantuan SCTV, beberapa pengungsi di pos SD Tawangrejo terlihat tidur di atas kasur busa. Padahal sebelumnya mereka hanya beralaskan tikar.
Seperti diketahui, Merapi kembali menyemburkan awan panas pada pukul 08.15 WIB. Namun kunjungan Presiden SBY dan rombongan ke pos pengungsian tetap berlangsung.
Presiden SBY baru mendatangi pos pengungsian setelah awan panas tak terlihat lagi di Merapi. SBY dan rombongan terlihat berkeliling ke pengungsi dan berdialog serta mengecek logistik untuk kebutuhan dan kesehatan.
"Assalamu 'alaikum," ujar SBY di salah satu tenda pengungsian. Para pengungsi pun menyambutnya dan berjejer menunggu jabat tangan dari orang nomor satu di Indonesia itu. Kepedihan dan kecemasan dengan Merapi yang terus memuntahkan awan panas sedikit terobati saat uluran tangan pengungsi Merapi disambut Presiden SBY, meski tak semua kebagian.
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Jumat, 19 Nopember 2010 - 01:11:47 Sebanyak 700 warga yang mengungsi karena bencana Gunung Merapi kembali kerumahnya dengan diantar olah ...
-
Jakarta - Pada hari ini, Gunung Merapi masih menyemburkan awan panas. Tercatat ada 5 kali semburan awan panas. Semburan itu mengarah ke ...
-
26/10/2010 09:31 Sleman: Guguran lava yang keluar dari Gunung Merapi makin banyak sejak ditetapkannya status menjadi awas. Demikian data...
-
34 Ambulans Siaga Erupsi Gunung Merapi Rabu, 20 Oktober 2010 | 22:39 WIB KLATEN, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Klaten, Jawa Tengah, menyia...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar