Klaten: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (3/11), tetap pada rencana semula mengunjungi pos koordinasi pengungsian di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk meninjau penanganan bencana letusan Gunung Merapi.
Sebelumnya diberitakan, Presiden yang didampingi Ani Yudhoyono mengalihkan kunjungan ke Kabupaten Boyolali, atas saran Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Sebab, posko pengungsian di Klaten, yakni Desa Keputran sudah ditinjau oleh Wakil Presiden Boediono, pekan lalu.
Namun informasi terakhir yang diberikan Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan, Presiden dan rombongan tidak meninjau posko pengungsian di Boyolali, tapi tetap bertandang ke Kabupaten Klaten yang lebih dekat ke arah Semarang. Presiden akan memulai peninjauan di posko pengungsian Purbowinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman pada pukul 08.30 WIB.
Setelah itu, Presiden yang didampingi Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri di lokasi tersebut akan mendengarkan paparan penanganan bencana letusan Gunung Merapi dari Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono.
Usai menyelesaikan kunjungan kerja di DIY, Presiden dan rombongan akan singgah ke posko pengungsian Desa Dompol, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, kemudian langsung menuju Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, untuk kembali ke Jakarta. Presiden dijadwalkan sudah tiba kembali di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 16.45 WIB
sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Jumat, 19 Nopember 2010 - 01:11:47 Sebanyak 700 warga yang mengungsi karena bencana Gunung Merapi kembali kerumahnya dengan diantar olah ...
-
Jakarta - Pada hari ini, Gunung Merapi masih menyemburkan awan panas. Tercatat ada 5 kali semburan awan panas. Semburan itu mengarah ke ...
-
26/10/2010 09:31 Sleman: Guguran lava yang keluar dari Gunung Merapi makin banyak sejak ditetapkannya status menjadi awas. Demikian data...
-
34 Ambulans Siaga Erupsi Gunung Merapi Rabu, 20 Oktober 2010 | 22:39 WIB KLATEN, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Klaten, Jawa Tengah, menyia...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar