Metrotvnews.com, Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan peningkatan status Gunung Merapi dari aktif normal ke waspada, terutama jika dikaitkan dengan siklus 100 tahun.
"Siklus 100 tahun Gunung Merapi itu hanya untuk mengingatkan bahwa dalam kurun waktu tersebut pernah terjadi erupsi besar Gunung Merapi," kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta Sri Sumarti, di Yogyakarta, Sabtu (9/10).
Menurut dia, siklus 100 tahun Gunung Merapi tersebut tidak dapat diartikan bahwa peningkatan status gunung tersebut saat ini pasti akan menimbulkan erupsi. "Besar kecilnya erupsi tersebut tergantung dari perkembangan di dalam perut gunung. Memang tidak menutup kemungkinan jika pernah terjadi erupsi besar akan terjadi lagi erupsi besar. Ini hanya merunut sejarah Gunung Merapi" katanya.
Ia mengatakan, pihaknya saat ini terus memantau perkembangan di dalam perut Gunung Merapi, dan dalam sepekan ini tidak ada peningkatan aktivitas yang signifikan. "Meski demikian, status Gunung Merapi saat ini masih waspada, dan tidak ada buruknya jika pemerintah daerah dan masyarakat mengantisipasinya," katanya.
Sri Sumarti mengatakan, dalam siklus 100 tahun lalu tercatat beberapa kali terjadi erupsi besar Gunung Merapi, yakni pada 1930-an dan 1961 yang mengarah ke barat daya dengan jarak luncur mencapai 15 kilometer. "Saat itu aliran lahar mengarah ke Kali Krasak, dan karena jarak antara puncak Gunung Merapi dengan pemukiman penduduk terdekat lebih dari 15 kilometer, banyak menelan korban," katanya.
Ia mengatakan, jarak luncur 15 kilometer itu berbahaya jika mengarah ke Sungai Gendol, karena jarak dengan permukiman penduduk terdekat hanya sekitar tujuh kilometer. "Peningkatan status Gunung Merapi yang terjadi beberapa waktu lalu belum dapat dipastikan arahnya mau ke mana karena manivestasi permukaan belum ada, sehingga arahnya belum dapat ditentukan," katanya.(Ant/DOR)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Republika - Senin, 25 Oktober REPUBLIKA.CO.ID ,SLEMAN--Guguran lava lama Gunung Merapi sejak Minggu (23/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB...
-
Selasa, 16/11/2010 19:26 WIB Meski beberapa hari ini aktivitasnya stabil, Gunung Merapi masih dikenakan status awas. Penurunan status jad...
-
25/10/2010 01:01 Liputan6.com, Sleman: Aktivitas vulkanik Gunung Merapi, semakin mengkhawatirkan. Sejak Ahad (23/10) malam, guguran lava ...
-
Korban letusan gunung Merapi Yogyakarta tak hanya membutuhkan bantuan berupa sembako dan pasokan air bersih, namun juga pendidikan untuk ...
-
25/10/2010 23:22 Liputan6.com, Semarang: Menyusul status awas Merapi, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menggelar rapat darurat penanggul...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar