22/10/2010 08:46
Liputan6.com, Sleman: Warga di lereng Gunung Merapi yang masuk kawasan rawan bencana III, yakni di desa Kepuharjo dan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap diungsikan ke barak.
"Pada intinya warga siap jika nanti akan dievakuasi. Kesadaran warga sudah sangat baik dan jika memang situasi Gunung Merapi sudah berbahaya maka mereka akan bersedia diungsikan sementara," kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto, di Slaman, Jumat (22/10).
Menurut Heri, warga selama ini juga sudah berpengalaman dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi dan jika mereka nilai sudah membahayakan maka mereka juga akan bersiap untuk mengungsi.
"Biasanya jika kondisi sudah mulai membahayakan, warga mulai bersiap untuk mengungsi di barak. Untuk itu mereka juga mempersiapkan keamanan harta benda yang ditinggalkan di rumah termasuk ternak," jelasnya.
Heri mengatakan, jika nanti warga sudah diungsikan maka akan ada ronda bergilir untuk menjaga keamanan rumah dan ternak yang ditinggal.
"Ini hanya untuk mengantisipasi adanya orang yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan situasi untuk menjarah harta benda warga termasuk ternak. Karena dari pengalaman erupsi Merapi 2006 memang ada kejadian pencurian di rumah warga yang ditinggal mengungsi," katanya.
Heri menjelaskan, di Desa Kepuharjo terdapat empat dusun yang dekat puncak Gunung Merapi yakni Dusun Kaliadem yang berjarak tiga kilometer dari puncak, Dusun Jambu (4,5 km), Dusun Petung (4-5 km) dan Dusun Kopeng (5-6 km).
"Di empat dusun itu tinggal sekitar 800 warga," katanya.
Sedangkan Kepala Desa Umbulharjo Beja Mulya mengatakan warga di wilayahnya yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III juga sudah memiliki kesadaran yang baik terhadap upaya penanggulanhan bencana.
"Warga tidak akan menolak jika memang nanti harus dievakuasi di barak pengungsian karena situasi Gunung Merapi yang membahayakan," imbuhnya.
Ia mengatakan, di desa Umbulharjo, dari sembilan dusun lima di antaranya masuk dalam kawasan paling rawan bahaya Gunung Merapi.
"Ada lima dusun yang kami nilai masuk wilayah paling rawan, yakni Pelem Sari yang berjarak empat kilometer dengan Gunung Merapi dan Dusun Pangguk Rejo yang berjarak enam kilo meter," ujar Heri.
Sedangkan tiga dusun lainnya yakni Dusun Gondang, Gambretan dan Penting Sari termasuk rawan karena lokasinya berada di tepi Sungai Kuning yang merupakan daerah aliran lahar Gunung Merapi.
"Di lima dusun tersebut tercatat ada 400 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 2.000 orang," urai Heri.
sumber : liputan6.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
PROBOLINGGO - Aktivitas Gunung Bromo yang kembali meningkat merusak ratusan hektar perkebunan mas...
-
Jumat, 26 November 2010 | 21:47 WIB Setelah letusan kecil dari kawah Gunung Bromo, Jumat (26/11/2010), polisi menyebarkan lembaran imbaua...
-
Kamis, 04/11/2010 10:39 WIB Djoko Suud Sukahar Gunung Merapi masih terus memuntahkan isi perutnya. Prahara itu mengobrak-abrik Kota Yogya...
-
29/11/2010 09:03 WIB Malang - Abu vulkanik Gunung Bromo mulai dirasakan oleh sebagian warga di sebagian wilayah Malang Raya. Selain ter...
-
Inilah kesaksian relawan bencana Eko Sulistyo soal beratnya medan Merapi. Selama 10 tahun menjadi relawan, Eko Sulistyo (37), baru di Gu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar